Minggu, 13 Januari 2013

Ideologi komunisme



IDEOLOGI KOMUNISME

A.    Pengertian Ideologi Komunisme
           Ideologi komunis atau komunisme merupakan perlawanan besar pertama dalam abad ke-20 terhadap sistem ekomomi yang kapitalalis dan liberal. Komunisme adalah sebuah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat priduksi (tanah, tenaga kerja, modal) yang bertujuan untuk tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas dan semua orang sama. Komunisme ditandai dengan prinsip sama rata sama rasa dlam bidang ekomomi dan sekularisme yang radikal tatkala agama digantikan dengan ideologi komunias yang berseifat doktriner. Jadi, menurut ideologi komunis, kepentingan-kepentingan individu tunduk kepada kehendak partai, negara dan bangsa (kolektivisme).

B.     Ciri-ciri Ideologi Komunisme
1.      Ajaran komunisme adalah sifatnya yang ateis, tidak mengimani Allah. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau ia berpikir Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berpikir Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.
2.      Sifatnya yang kurang menghargai manusia sebagai individu. terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi.
3.      Komunisme mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis.
4.      Salah satu doktrin komunis adalah the permanent atau continuous revolution (revolusi terus-menerus). Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go international.
5.      Komunisme memang memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas, semua orang sama. Namun, untuk menuju ke sana, ada fase diktator proletariat yang bertugas  membersihkan kelas-kelas lawan komunisme, khususnya tuan-tuan tanah yang bertentangan dengan demokrasi
6.      Dalam dunia politik, komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Maka, ada Partai Komunis Uni Soviet, Partai Komunis Cina, PKI, dan Partai Komunis Vietnam, yang merupakan satu-satunya partai di negara bersangkutan. Jadi, di negara komunis tidak ada partai oposisi. Jadi, komunisme itu pada dasarnya tidak menghormati HAM.




Ciri-ciri ideologi komunisme lainnya:
1.      Perubahan atas sistem kapitalisme harus dicapai dengan cara-cara revolusi, dan pemerintah oleh diktator proletariat sangat diperlukann pada masa transisi.
2.      Pada masa transisi, dengan bantuan negara di bawah diktator proletariat, seluruh hak milik pribadi dihapuskan dan diambil alih serta selanjutnya berada di bawah kontrol negara.
3.      Negara dan hukum akan lenyap karena tidak lagi diperlukan.

C.    Kebaikan dari Ideologi Komunisme
           Kebaikan dari ideologi komunisme menganggap semua orang itu sama, sehingga dalam ajarannya komunisme memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur dan masyarakat komunis tanpa kelas dan juga mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis.
           Karena ajarannya itu, banyak rakyat jelata yang miskin sangat tertarik untuk menganut ideologi komunisme tersebut. Hal itu bukan disebabkan karena propaganda ajarannya saja, tetapi juga karena tindakan-tindakan nyata untuk mencukupi kebutuhan material mereka. Contohnya RRC. Rakyat Cina berjumlah lebih dari 1,1 milyar. Kita tidak pernah dengar kelaparan dan ketelanjangan di Cina. Karena komunisme disana mampu memenuhi janji memakmurkan rakyat, komunisme di Cina laku. Namun, supaya tetap laku, komunisme Cina mengalami liberalisasi. Secara fisik dapat mencermati busana pemimpin RRC sekarang, bukan jas tutup lagi seperti Mao Zedong dan Chou En Lai, melainkan jas buka seperti Bill Clinton atau Antony Blair. Dalam bidang ajaran, RRC juga mengadakan lilberalisasi, seperti merebaknya kebebasan beragama dan beribadah. Jadi komunisme asli tidak ada lagi.

D.    Keburukan dari Ideologi Komunisme
           Keburukan dari ideologi komunisme bersifat atheis (tidak mengimani Tuhan dan tidak mengangap Tuhan itu ada), kurang menghargai mamnusia sebagai individu, tidak menghormati HAM, dan lain-lain

E.     Perbandingan Antara Komunisme, Pancasila dan Liberalisme
           Secara ringkas, Ir. Heru Santoso, M.Hum dalam bukunya Sari Pendidikan Pancasila menggambarkan pembandingan ideologi-ideologi tersebut sebagai berikut:

No
Komunisme
Pancasila
Liberalisme
1.
Atheis
Monotheisme
Sekuler
2.
HAM diabaikan
HAM dilindungi tanpa melupakan kewajiban asasi
HAM dijunjung secara mutlak
3.
Nasionalisme ditolak
Nasionalisme dijunjung tinggi
Nasionalisme diabaikan
4.
Keputusan ditangan pimpinan partai
Keputusan melalui musyawarah mufakat dan voting (pemungutan suara)
Keputusan melalui voting (pemungutan suara)
5.
Dominasi partai
Tidak ada dominasi
Dominsi mayoritas
6.
Tidak ada oposisi
Ada oposisi dengan alasan
Ada oposisi
7.
Tidak ada perbedaan
Ada perbedaan pendapat-pendapat
Ada perbedaan pendapat
8.
Kepentingan negara-negara
Kepentingan seluruh rakyat
Kepentingan mayoritas

F.     Mengapa Ideologi Komunisme Tidak Bisa Dipraktekan di Indonesia?
           Alasannya adalah komunisme tidak sesuai dengan kepribadian dan pandangan hidup Bangsa Indonesia, dimana Bangsa Indonesia sangat mengakui adanya Tuhan, masyarakat Indonesia sangat menghormati HAM, dan lain-lain.

G.    Tokoh-tokoh Penganut Komunisme
           Adapun tokoh-tokoh yang menganut ajaran komunisme adalah Karl Mark, Friedrich Engels, Joseph Stalin, Leonid Breznev, Mao Zedong, Chou En Lai, Muso, Aidit, dan lain-lain.

H.    Negara-negara yang Menerapkan Ideologi Komunisme
           Negara-negara yang menerapkan ideologi komunisme, diantaranya ialah: Rusia, RRC, Vietnam, Korea Utara, Albania, dan Kuba.

I.       Pancasila Lawan Komunisme
           Ciri-ciri ideologi Pancasila sangat bertentangan dengan ciri-ciri ideologi komunisme. Jadi, pancasila dan komunisme tidak mungkin dipersekutukan. Itu ibaratnya minyak dan air. Atau kucing dan anjing, yang tidak mungkin ditaruh dalam satu sangkar, karena pasti bertarung.
           Namun, andaikata pemerintah akan memperbolehkan adanya “komunisme di Indonesia dengan mencabut Tap XXV/MPRS/1966, itu hanya sampai taraf hidup berdampingan di atas landasan dasar filsafat dan ideologi pancasila.
           Paham komunis untuk pertama kali diperkenalkan oleh seorang Belanda bernama Sneevliet dan mendirikan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) yang pada tahun 1920 diubah menjadi Partai Komunisme Indonesia (PKI) yang diketuai oleh Semaun dan Darsono. Untuk mendapatkan anggota dilakukan dengan cara infiltrasi (menyusup) ke dalam partai lain. Pengalaman sejarah menunjukkan, PKI pernah mengalami dan menerima Pancasila sebagai dasar filsafat dan ideologi negara, kemudian berkhianat. Pemerintah, pada tahun 1960-1965 meminta PKI agar memasukan Pancasila ke dalam anggaran dasarnya. Karena itu, keberadaannya diakui. Bung Karno percaya, PKI mau menerima Pancasila secara lahir batin. Sehingga ia  berani mengajarkan prinsip persatuan Naskom. Peristiwa G30S/PKI mengesankan PKI menipu presiden, para pembesar RI, dan rakyat yang bukan komunis.

9 komentar:

  1. Bagus sekali..lebih tingkatkan lagi pemahaman sejarah

    BalasHapus
  2. maaf, anda dapat referensi dari mana? Karena sepertinya tulisan anda agak merendahkan ideologi komunis. Yang dikhawatirkan disini adalah ada hal-hal yang melenceng dari realitas dalam tulisan anda, yang akan mengubah cara pandang orang2 terhadap komunisme yang sebenarnya. Tulisan2 seperti ini sebenarnya sangat baik untuk mencerdaskan bangsa, tetapi harus diingat bahwa tulisan2 seperti ini sangat besar perannya terhadap persepsi2 pembacanya, khususnya bagi para pelajar yang baru ingin mempelajari berbagai macam ideologi. Terima kasih, salam satu bangsa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf kalau memang ini tulisan ada pelencengan sejarah tolong di perbaiki di mana kata yang harus diperbaiki supaya kita semua tahu, trimakasih ... lg belanjar juga mas bro jd tolong balesanya

      Hapus
  3. yg harus dipertanyakan adalah apakah marx sebagai pencetus ideologi komunis. apakah ia pernah mengakui bahwa dirinya memang tidak bertuhan atau ia hanya memisahkan agama dan sosial dalam mewujudkan komunisme sendiri? sehingga harus di catat apakah memang komunisme identik dengan ateis. sedangkan pki berasal dari sarekat islam dan tokoh2nya sendiri adalah orang2 beragama islam seperti halnya Tan Malaka

    BalasHapus
  4. Tiap ideologi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing2, serta penempatan yang disesuaikan dg kondisi tertentu pula, jadi pelajari semua ideologi / konsep pemikiran lalu tempatkan pada kondisi yang sesuai.

    BalasHapus
  5. Lebih Baek tidak bertuhan tapi adil dan sejahtera daripada Bertuhan tapi korupsi melulu... lihatlah umat beragama di indonesia Mayoritas Koruptor adaLah BERTUHAN...
    Jadi TULISAN ANDA TIDAK BERMUTU !!!!!

    BalasHapus